Senin, 23 Juni 2014

Bakkara, Tempat Kelahiran Sang Raja Sisingamangaraja




Banyak yang sudah tau, bahkan dunia banyak mengenal namanya. Sisingamangaraja, Raja orang Batak. Beliau mengaturkan hukum, adat, ketetaprajaan dengan konsep bius yang disempurnakan. Beliau menegakkan HAM, membebaskan orang dari pasungan, memberi pengampunan hukuman bagi yang bertobat dari kesalahan.

Lahir di Tombak Sulu-sulu Bakkara. Tempat yang indah, sebuah lembah di tepian Danau Toba yang dilintasi sungai Aek Silang dan Aek Simangira yang bertemu di Onan Lobu. Istana kerajaan pertama sekali dibangun di sekitar Onan Lobu. Disana masih ditemukan tanda sejarah berupa Hariara Parjuragatan dan Batu Hundulan. Kemudian Istana Kerajaan dibangun lebih ke hulu yang kemudian disebut Lumbanraja.

Lumbanraja sempat menjadi satu wilayah desa, namun saat ini Nama Desa itu dirobah menjadi Desa Simamora. Hilanglah aspek kesejarahan bahwa disitu dulunya ada perkampungan Raja Sisingamangaraja yang disebut Lumbanraja.


Upaya untuk menghilangkan legenda kerajaan Sisingamangaraja pun berlanjut. Kompleks istana diserobot oleh penduduk dan enggan untuk meninggalkannya. Penghargaan untuk kesakralan istana itu juga dihilangkan. Tidak hanya oleh penduduk setempat, keutuhan keluarga turunan Sinsingamangaraja pun sulit dipadukan. Sering beda pendapat.
Pemerintah mencoba untuk membangun istana tersebut. Master Plan sudah disusun. Keluarga dan masyarakat yang masih menghargai dan menghormati Sisingamangaraja juga sudah menyepakati. Tata karma kerajaan harus dipenuhi. Namun yang terjadi, bangunan yang dibangun pemerintah asal jadi. Dalam waktu satu tahun ada yang rubuh, sebagian yang sisa terancam rubuh. Dana rehab pun diupayakan, hasilnya tetap tidak memenuhi kualitas kesakralan bangunan yang diharapkan sewaktu penyusunan master plan. Kenapa ?

Turunan Siraja Oloan lebih dulu menunjukkan kekuatan mengingkari kesakralan kompleks istana. Mereka membangun monument Siraja Oloan yang besar dihadapan “Sogit” Sisingamangaraja yang seharusnya bebas mengarah matahari terbit. Didalam sogit itu dulunya Sisingamangaraja memanjatkan doa kepada Mulajadi Nabolon. Ada lambang burung “Patiaraja” diatasnya.
Dengan adanya monument Siraja Oloan dihadapannya ibarat “sibongbong ari” menghambat arah sogit menyambut matahari terbit.

Siraja Oloan adalah rumpun marga termasuk Sinambela. Sinambela adalah rumpun marga termasuh Bona Ni Onan. Bona Ni Onan adalah yang menurunkan “lahiriah” Raja Manghuntal, Raja Sisingamangaraja I dan berturut-turut hingga 12 dinasti.

Bila rumpun terdekat “hasuhuton” pemangku kerajaan Sisingamangaraja tidak memperdulikan kesakralan peribadatan dan kompleks istana Raja Sisingamangaraja, lalu siapa lagi?

Bakkara, kelihatannya tidak memberikan ruang kepada pelestarian nilai sejarah Sisingamangaraja. Namun penghormatan masyarakat Batak di luar Siraja Oloan dan di luar Bakkara kepada Sisingamangaraja, tetap masih ada. Saat pemindahan tulang belulang Sisingamangaraja XII dari Tarutung misalnya, Balige sangat respon dan memberikan lokasi di Soposurung. Saat monument srikandi Lopian, putri Sisingamangaraja XII hendak dibangun, masyarakat Porsea respon dan memberikan lokasi di depan Kantor Camat Porsea. Walau akhirnya diketahui, sebagian keluarga Sisingamangaraja tidak sepakat pembuatan patung Lopian ditempatkan di Porsea.

Desa Lumbanraja telah dirobah menjadi Desa Simamora. Kompleks istana menjadi ajang orientasi proyek pelestarian yang tidak jelas juntrungannya. Penduduk dan keturunan Sisinganamngaraja masih enggan menyesuaikan dengan tata ruang yang sudah ada. Muncul bangunan baru tanpa sepengetahuan keluarga. Kuburan baru yang disesakkan didepan bangunan baru fasilitas istana. Runyam, pengertian dari kata “rundut” ibarat “jambulan ni parsigira”.
Bakkara saat ini tidak ada meninggalkan setitik pun sisa sejarah kearifan menandakan darisana dulu ada Raja Sakti yang sohor yaitu Sisingamangaraja. Hanya ada tanah dan batu, dan diberi tanda, disini dan disitu. Penduduk tidak memiliki nilai lebih sejarah, tradisi dan tata krama kerajaan.

Tak heran, bila masyarakat batak “heran”, kenapa kompleks istana ini dibiarkan seperti ajang rebutan proyek dan klaim pribadi?

Sisingamangaraja XII dulunya sudah tau akhir perjuangannya. Sebelum melakukan gerilya ke hutan belantara, diberikan amanat kepada Sionom Ompu (enam pemangku adat dari enam marga yang ada di Bakkara) dengan penitipan barang pusaka kerajaan. Seharusnya mereka dan keluarga Raja Sisingamangaraja menjadi “pemangku” tradisi Sisingamangaraja. Apa reaksi Sionom Ompu? Tentu saja keutuhan keluarga raja Sisingamangaraja harus terlihat. Arah dan tujuan pemugaran Istana Sisingamangaraja harus diemban keluarga. Mereka seharusnya didepan “manghobasi” memulai melaksanakan hajat itu. Pemerintah hanya mendukung, dan dukungan dari masyarakat kemungkinan lebih besar lagi.

Click here to view the original image of 640x480px.

Sejarah Sisingamangaraja

Raja Si Singamangaraja I adalah anak dari Raja Bonanionan Sinambela, yaitu anak dari Raja Bonanionan Sinambela, yaitu putra ke tiga dan bungsu dari Raja Sinambela. Raja Bonanionan menikah dengan boru Pasaribu. Walaupun mereka sudah lama menikah, tetapi mereka belum mempunyai turunan. Karena itu boru Pasaribu pergi ke “Tombak Sulu-sulu” untuk marpangir (keramas dengan jeruk purut). Setiap kali selesai marpangir, boru Pasaribu berdoa kepada “Ompunta” yang di atas, mohon belas kasihan agar dikaruniai keturunan. Pada suatu hari , datanglah cahaya terbang ke Tombak Sulu-sulu dan hinggap di tempat ketinggian yang dihormati di tempat itu. Yang datang itu memperkenalkan diri, rupanya seperti kilat bercahaya-cahaya dan yang datang itu adalah Ompunta Batara Guru Doli. Ompunta Tuan Batara Guru Doli berkata bahwa boru Pasaribu akan melahirkan anak. Katanya: “Percayalah bahwa engkau akan melahirkan seorang anak dan beri namanya Singamangaraja”. Kalau anakmu itu sudah dewasa, suruh dia mengambil tanda-tanda kerajaan dari Raja Uti, berupa:

1. Piso gaja Dompak
2. Pungga Haomasan
3. Lage Haomasan
4. Hujur Siringis
5. Podang Halasan
6. Tabu-tabu Sitarapullang

Tidak lama kemudian boru Pasaribupun mulai mengandung. Setelah mengandung selama 19 bulan boru Pasaribu melahirkan seorang putera. Sang Putra ini lahir dengan gigi yang telah tumbuh dan lidah yang berbulu.
Semasa remajanya Singamangaraja banyak berbuat atau bertingkah yang ganjil terutama pada orang yang tidak pemaaf, yang ingkar janji, melupakan kawan sekampung yang lemah, membebaskan mereka yang tarbeang kalah berjudi.
Si Singamangarajapun pernah menunjukkan keheranan orang-orang yang berpesta dimana gondangnya tidak berbunyi dan tanaman padi dan jagung akarnya berbalik keatas mengikuti Si Singamangaraja saat jungkir balik dihariara parjuragatan. Hal ini terjadi karena mereka itu melupakannya.

Setelah Singamangaraja meningkat dewasa maka ibunya boru Pasaribu menyampaikan pesan dari Ompunta Batara Guru Doli bahwa Singamangaraja harus mengambil tanda-tanda kerajaan dari Raja Uti. Dia tidak tahu di mana kampung keramat Raja Uti demikian juga ibunya. Dia berangkat dengan berbekal doa yang menunjukkan dan menuntun langkahnya ke tempat keramat tersebut.

Dalam perjalanan banyak hambatan demikian juga setiba di keramat kampung Raja Uti yang ternyata ada di daerah Barus. Di sana juga dia dicoba tetapi semua bisa diatasi dengan baik. Sisingamangaraja bertemu dengan Raja Uti dan mereka makan bersama dan katanya: “Sudah benar ini adalah Raja dari orang Batak”. Setelah selesai makan merekapun menanyakan silsilah (martarombo) dan Si Singamangarajapun menyampaikan maksudnya dan disamping itu Sisingamangaraja meminta beberapa ekor gajah. Atas maksud Si Singamangaraja itu, Raja uti mengatakan akan memberikannya seperti pesan yang disampaikan Ompunta itu dengan syarat Si Singamangaraja harus dapat menyerahkan daun lalang selebar daun pisang, burung puyuh berekor dan tali yang terbuat dari pasir. Syarat-syarat yang diminta Raja Uti untuk mendapat tanda-tanda harajaon itu dapat dipenuhi semua oleh Singamangaraja. Sedang mengenai permintaan akan gajah itu, Raja Uti memberikannya asal Si Singamangaraja bisa menangkap sendiri. Si Singamangarajapun memanggil gajah itu maka heranlah Raja Uti melihatnya. Dan setelah itu dibawanya tanda-tanda harajaon itu pulang ke Bakara termasuk gajah itu.
Dengan tanda-tanda harajaon itu, jadilah dia menjadi Raja Singamangaraja, singa mangalompoi, Singa naso halompoan.
Raja Si Singamangaraja berikutnya

Raja Sisingamangaraja I sampai Raja Si Singamangaraja IX tidak diketahui kapan wafatnya dan dimana makamnya. Raja-raja ini setelah mempunyai keturunan dan merasa sudah ada penggantinya pergi merantau dan Piso Gaja Dompak tidak dibawanya. Mereka dipastikan telah wafat adalah melalui tanda-tanda alam yaitu ada cabang dari Hariara Namarmutiha yang patah. Kalau ada cabang Hariara ini yang patah berarti ada anggota keluarga yang meninggal dan kalau cabang utama yang patah berarti Raja Si Singamangaraja telah tiada. Hariara Namarmutiha ini dikenal juga sebagai Hariara Tanda dan sampai sekarang masih tumbuh di Bakara.

Biasanya keadaan ini diikuti dengan cuaca musim kemarau, sehingga masyarakat mengharapkan turunnya hujan melalui tonggo-tonggo Raja Sisingamangaraja. Si Onom Ompu (Bakara, Sinambela, Sihite, Simanullang, Marbun dan Simamora) dari Bakara mempersiapkan upacara margondang lalu meminta kesediaan putera Raja Si Singamangaraja untuk mereka gondangi.
Dengan memakai pakaian ulos batak Jogia Sopipot dan mengangkat pinggan pasu berisi beras sakti beralaskan ulos Sande Huliman sebagai syarat-syarat martonggo, putera raja inipun dipersilahkan memulai acara. Iapun meminta gondang dan menyampaikan tonggo-tonggo (berdoa) kepada Ompunta yang di atas untuk meminta turunnya hujan, kemudian manortorlah putera raja ini. Pada saat manortor itu langitpun mendung dan akhirnya turun hujan lebat dan masyarakat Si Onom Ompupun menyambutnya dengan kata HORAS HORAS HORAS. Kemudian piso Gaja Dompak pun diserahkan kepadanya dan dicabut/dihunusnya dengan sempurna dari sarangnya serta diangkatnya ke atas sambil manortor. Siapa di antara putera raja itu yang bisa melakukan hal-hal di atas dialah yang menjadi Raja Si Singamangaraja yang berikutnya, jadi tidak harus putera tertua.
Secara berturut-turut yang menjadi Raja Si Singamangaraja berikutnya dan perkiraan tahun pemerintahannya adalah Sebagai berikut:
 Singamangaraja II, Ompu Raja Tinaruan
 Singamangaraja III, Raja Itubungna.
 Singamangaraja IV, Tuan Sorimangaraja.
 Singamangaraja V, Raja Pallongos.
 Singamangaraja VI, Raja Pangolbuk,
 Singamangaraja VII, Ompu Tuan Lumbut,
 Singamangaraja VIII, Ompu Sotaronggal
 Singamangaraja IX, Ompu Sohalompoan,
 Singamangaraja X, Ompu Tuan Na Bolon,
 Singamangaraja XI, Ompu Sohahuaon,
 Singamangaraja XII, Patuan Bosar, gelar Ompu Pulo Batu,

Rabu, 28 Mei 2014

Aher Pimpin Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Jawa Barat

Calon Presiden Prabowo Subianto mengukuhkan Gubernur Jawa Barat yang juga Anggota Majelis Syuro PKS Ahmad Heryawan sebagai ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta untuk wilayah Jawa Barat.

Juru bicara tim pemenangan Prabowo-Hatta, Tantowi Yahya, mengatakan, Prabowo hari ini, Rabu 28 Mei 2014, akan bertolak ke Bandung terkait deklarasi tim kampanye nasional Prabowo-Hatta wilayah Jawa Barat.

"Pak Prabowo ke Bandung hari ini dalam rangka pemantapan Tim Kampanye Nasional Jabar," kata Tantowi melalui pesan singkat.

Menurut informasi Gerindra Media Center, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa akan mengukuhkan tim pemenangan di monumen perjuangan rakyat Jawa Barat di kawasan Dipati Ukur, Bandung.

Pengukuhan ini sekaligus penetapan relawan pemenangan Prabowo-Hatta. Dalam deklarasi ini Aher akan memimpin tim pemenangan yang berasal dari enam partai dan berbagi Ormas partai dan non partai yang berada di wilayah Jawa Barat.

Rencananya deklarasi ini akan dihadiri beberapa Walikota dan Bupati yang berasal dari enam partai pengusung pasangan capres dan cawapres Prabowo-Hatta.

Beberapa kepala daerah yang berasal dari enam partai pengusung di Jawa Barat adalah Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dari PKS, Walikota Bandung, Ridwan Kamil dari Gerindara, Walikota Sukabumi, Mohamad Muraz, Bupati Sukabumi Sukmawijaya dan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Dari 27 Kabupaten Kota di Jawa Barat 13 di antaranya berasal dari enam partai pengusung Prabowo-Hatta. Partai pengusung pasangan ini adalah Gerindra, PPP, PAN, PKS, Golkar dan PBB.

SUSAH MOVEON" SONG"

*
KAU TAKKAN MENGERTI
TAKKAN PERNAH TAU
BETAPA AKU SANGAT MENGAGUMI DIRIMU

APAKAH SEMUA INI SIA-SIA
DAN KUHARUS MENGHAPUS SEMUA TENTANG DIRIMU

REFF:
MENGAPA KUTAKBISA UNTUK MELUPAKAN
KAU SELALU TERBAYANG DALAM PIKIRANKU
SEMAKIN KUCOBA UNTUK MELUPAKAN
SEMAKIN TERBAYANG INDAH WAJAH DIRIM
*
KAU TAKKAN MENGERTI
TAKKAN PERNAH TAU
BETAPA AKU SANGAT MENGAGUMI DIRIMU

APAKAH SEMUA INI SIA-SIA
DAN KUHARUS MENGHAPUS SEMUA TENTANG DIRIMU

REFF:
MENGAPA KUTAKBISA UNTUK MELUPAKAN
KAU SELALU TERBAYANG DALAM PIKIRANKU
SEMAKIN KUCOBA UNTUK MELUPAKAN
SEMAKIN TERBAYANG INDAH WAJAH DIRIM


Jatah Menteri Agama Untuk NU, Ini Tanggapan Jokowi

Calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo, mengaku belum berbicara masalah kabinet dan menteri apabila Jokowi - JK terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang.

"Kami ini tidak berbicara masalah menteri. Saya sudah katakan tidak pernah bicara masalah menteri," kata Jokowi di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu, 28 Maret 2014.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengatakan, bila pasangan Jokowi-JK memenangi pemilu, dia menjamin bahwa yang bakal menjabat menteri agama adalah kader Nahdlatul Ulama.

Jokowi mengaku, saat ini dia dan Jusuf Kalla belum membahas komposisi menterinya kelak. Dia masih fokus untuk menghadapi Pilpres dan kampanye di beberapa daerah.

Menurutnya, komposisi menteri baru akan dibicarakan jika nanti terpilih. Apakah nantinya akan diambil dari profesional atau dari partai politik.

"Sudah saya sampaikan kerjasama ini tanpa syarat, kami sampai saat ini belum bicara masalah menteri," ujar Jokowi.

Dalam sebuah acara di Jawa Timur, Minggu 25 Mei 2014 lalu, Muhaimin Iskandar mengatakan, bila pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla memenangi pemilu presiden pada 9 Juli nanti, dia mengatakan yang bakal menjabat menteri agama adalah kader Nahdlatul Ulama.

"Kalau Jokowi-JK menang, menteri agama pasti dari NU. Saya jamin," ujar Muhaimin.

Menurut Muhaimin, pernyataan itu untuk menepis desas-desus yang beredar bila Jokowi-JK menang, menteri agama akan dijabat oleh seorang tokoh yang memiliki latar belakang Syiah. Padahal sejak era reformasi hingga saat ini, menteri agama selalu berasal dari NU.

Jusuf Kalla yang turut hadir dalam kegiatan di Surabaya bersama Muhaimin itu juga menjamin, bila dirinya dan Jokowi unggul, kader NU-lah yang akan dipilih sebagai menteri agama. "Iya, itu sudah jaminan," kata Jusuf Kalla

Sebelumnya juga sempat beredar isu, jika Jokowi menang, jabatan menteri agama akan diberikan kepada tokoh Syiah, Jalaludin Rahmat, yang pada pemilu legislatif lalu mendukung PDI Perjuangan.

REVIEW INSIDIOUS

Judul          : INSIDIOUS
Sutradara   : James Wan
Tahun         : 2010
Genre         : HORROR
Casts          :
Sinopsis      :
At the beginning of the film, a shadowy old woman is seen inside a house while the inhabitants sleep. Renai and Josh Lambert have recently moved into a new home with their three children. One morning, Renai looks through a family photo album with her son, Dalton, who asks why there are no pictures of Josh when he was a child. Renai reasons that he has always been camera shy and disliked taking photos of himself. One evening, Dalton sees the attic door open and goes to investigate after hearing sounds upstairs. As he enters inside, he tries to climb a ladder to turn on the light, but falls when the ladder cracks. As he falls to the floor, he seems to stare in horror at the darkness as if looking at something terrifying. Shaken, he is put to bed by Renai and Josh and told not to play in the attic because it is off-limits. The next day, Dalton does not awaken from his sleep. Renai and Josh rush him to the hospital, where the doctors say he is in an inexplicable coma.

Three months later, Dalton is moved back to his home while still in a coma. Shortly after, disturbing events begin to occur. The first is when Renai hears a voice on the baby monitor which shouts "I want it now!", a bloody hand-print on Dalton's bed and a strange but frightening man in her infant daughter's bedroom. Renai becomes more disturbed when their youngest son, Foster, says he does not like it when Dalton "walks around" at night. Renai tells Josh about the events, but when she is assaulted by the strange man that night, she begs Josh and the family soon moves to another house.

In the new house, the supernatural events continue to occur, such as a strange, dancing boy, and soon become increasingly sinister. Lorraine, Josh's mother, recalls having a strange dream of going inside Dalton's room in the night and seeing something standing in the corner, and when questioned "What do you want?", it replies "Dalton." Subsequently Lorraine sees a red-faced figure standing behind Josh that roars at her and Dalton is then violently attacked in his bedroom. This prompts Lorraine to contact a friend, Elise Reiner, who specializes in the investigation of paranormal activity. The family, Elise, and her team enter Dalton's room and Elise sees and describes a figure to one of her two assistants, who draws a black figure with a red face and dark hollow eyes on the ceiling of Dalton's room; the same figure that Lorraine had seen before in the house.

Elise explains to Renai and Josh that Dalton has the ability to astral project while sleeping and that he has been doing it since he was very young. The reason that Dalton is in a comatose state is because he has fearlessly traveled too far into different spiritual worlds (he believes the projections are dreams) and has consequently become lost in a land called "The Further", a place for the tormented souls of the dead. While Dalton's spirit is in this other world, he has left nothing but a lifeless body. The tormented souls crave another chance at life through Dalton's state, while there are others (possibly the old woman and the frightening man) who are more malicious in using him, and then there is the red-faced figure, revealed to be a demon, who wants to use Dalton for a more malicious intent. However, for a spirit to consume a body, a period of time and energy are required.

Skeptical at first, Josh later relents when he discovers Dalton had been drawing pictures which resemble the demonic figure Elise described. They run a session to try to communicate with Dalton where the demon uses Dalton's body to fight the group, along with other entities who want Dalton's body. After the session, Elise calls Lorraine and the two reveal to the couple that Josh also can astral project and was terrorized by an evil spirit during his childhood. Lorraine shows them pictures from Josh's childhood, revealing a shadowy old woman (the same woman from the beginning of the film) behind him. The more photographs taken of Josh, the closer the shadowy woman begins to get to Josh until she is inches away from him, explaining his fear of photos. Elise suggests that Josh should use his ability to find and help return Dalton's soul, to which Josh agrees.

To prepare to astral-project and find his son, Elise sits him in a chair and places him in a trance. Josh suddenly awakes to find that he has astral-projected seeing his own self asleep in the chair as well as the others in the room. He proceeds outside in a misty emptiness in an attempt to find his way to Dalton. After encountering a boy who points him back towards a house (the same home that the Lamberts moved out of), he proceeds, only to encounter a family who is shot by a bizarre, smiling female member of the family in the living room. Startled, Josh makes his way to the attic where he discovers a red door (the same one drawn in Dalton's pictures). Before he can enter, the violent man seen by Renai in their daughter's room appears and attacks him. Once defeating him, Josh enters the red door.

Inside is "The Further" and the red-faced demon's lair. While entering a cavernous red room, Josh discovers a sobbing Dalton, chained to the floor. Josh frees his son, but the demon has discovered Josh's presence and attacks them. In search of their physical bodies, Josh and Dalton flee the demon's lair, with the demon in pursuit. Just before the two awaken, Josh leaves his son to confront the shadowy old woman who appears to be inside his house. As he shouts for her to get away from him, screaming that he isn't afraid of her, she retreats into the darkness. Moments later, Josh and Dalton both awaken, just as all the spirits vanish.

With the family now happily reunited, Renai, Dalton, and Lorraine chat in the kitchen as Elise and Josh pack up from the long night. Josh hands Elise the pictures from his childhood, and as she takes them from his hands, she senses something and takes a picture of Josh. He promptly goes into a rage, screaming that she knows that he doesn't like to get photographed, and leaps on her before strangling her to death. Renai hears Josh yelling and goes into the room to find Elise dead and Josh gone. She searches for Josh and finds everyone is gone, the house dead silent. She looks and comes across Elise's camera, seeing a picture in it of the shadowy old woman. It's revealed that what Elise saw was Josh's old and dirty hand and nails, similar to the old woman's, implying that she has possessed him. Josh then puts his hand on Renai's shoulder, saying "Renai, I'm right here," and horror envelops her face as she looks behind her.

Selasa, 29 April 2014

Direct & Indirect Speech



TUGAS SOFTSKILL BAHASA INGGRIS 2

Direct & Indirect Speech


1 Sumber         : http://www.thejakartapost.com/news/2014/04/26/fireman-blames-faulty-wiring-senen-market-fire.html- The Jakarta Post, Jakarta | Jakarta | Sat, April 26 2014
Direct    : “The fire could have been intentional,” he said
Indirect : He said that the fire could have been intentional.

2 Sumber                             : Stephanie Meyer – Twilight Saga Eclipse
   Direct : “And how do they relate?” I asked, cautious.
   Indirect : I asked of how did they relate 

3 Sumber                              : The secret adversary
Direct : "I have an appointment with Mr. Whittington,"said Tuppence.
Indirect: Tuppence said that he had an appointment with Mr.whittington.

4 Sumber        : The Hollow – Agatha Christie
Direct :  “The ingredients of the pudding are not promising,” murmured midge.
Indirect : Midge said that the ingredients of the pudding weren’t promising.

5 Sumber        : TheLost Symbol- DanBrown
 Direct : “But this can’t be coincidence!” the kid exclaimed.
  Indirect : The kid exclaim that couldn’t been a coincidence.

6 Sumber        : The Alchemyst- Michael Scott
 Direct : “Did Dee bring them to life”? Sophie asked
 Indirect : Sophie asked whether Dee had brought them to life.

7 Sumber        : The Magician- Michael scott
 Direct : “Do I have one hundred and ten”? the auctioneer asked.
 Indirect : The auctioneer asked whether he had one hundred and ten.


8 Sumber        : The Sorceress – Michael scott
 Direct : “Great,” josh said. “That tells me everything i need to know.”
  Indirect : Josh said that told him everything he needed to know.

9 Sumber        : The Necromancer – Michael scott
 Direct : “What do we tell her?” Josh asked nervously.
  Indirect : Josh asked what did they told her.

10 Sumber      :The warlock – Michael scott
 Direct : “Tell me this,” Dee said. “You saw Coatlicue?”
  Indirect : Dee asked if I had seen Coatlicue